Sejarah Popok
Mengupas kembali POPOK BAYI
Assalamualaikum,
bunda … masyaallaah pasti sekarang lagi rebahan, sambil buka buka whatsaapp
sambil santai ngelurusin persendian yang seharian sibuk sama dapur, kasur,
sumur, dan juga rempongnya si dedek.Alhamdulillah, adek sudah mulai aktif
miring dan tengkurep, alhasil popok yang dikreasikan bunda dengan ikatan simpul
mulai gak efektif dipakai si montok. Bunda kece, punya ide. Dikutip penulis
dari historia.id, Endang Sri Widayati, Pegawai Dinas Pertanian, Peternakan,
dan Kelautan Kota Pekalongan menuturkan pengalamannya ketika memiliki bayi. Dia
membuat sendiri popok bagi sibuah hati dengan bahan kain katun dan mori . “Aku
sulam, aku kasih bunga-bunga,“ dan 10 menit kemudian jadilah satu popok kain.“Yang
ngajari, mami aku. Terpaksa, karena tak banyak yang jual Popok,”ujarnya kepada
MHO.Naaah, bunda kece punya ide donk kepikirian buat sulam sulam bikin popok
kain sendiri? Nanti di coba aja, sambil Tanya
sama si mbok di kampung cara bikinnya gimana. Tapi sebelum itu yuk! Baca lagi Sejarah
per popokan
Popok
yang sering orang tua zaman dahulu buat adalah yang pertama kali, pencetus
gagasan adanya popok kain, ada yang diikat di pinggang kanan kiri pakai tali,
ada yang di pakein peniti (Pada akhir abad ke-19 bayi bayi di Eropa dan Amerika
Utara kemudian merambah ke seluruh belahan bumi), ada yang juga langsung
disulam sendiri .semua itu berbahan dasar alami, yakni kain katun. Mungkin bisa
pakai kain bekas bedong, kain jarik, bahkan di sejumlah desa di BALI, para ibu
memilih popok kain dengan alasan tradisi. “Ada nilai khusus tentang popok ;
(kami) menggunakan kain bekas orang tua agar si bayi hormat dan bakti pada
orang tua,” ujar Susy Widyawati WSK, seorang ibu di Denpasar. Munculaaah popok
sekali pakai / disposable diaper ( itu loooh bunda, yang sekarang iklan di tipi
tipi banyak banget satu detik, satu deik….nananna satu detik….) jadi sekitar
tahun 1942 sebuah perusahaan kertas di Swedia, Paulistrom menciptakan popok
sekali pakai, terbuat dari lembaran tisu yang dimasukan kedalam celana karet.
Kemudian Marion Donovon , seorang ibu rumah tangga asal Connecticut , AS
membuat popok Anti Air dari lembaran plasti. Yaaa begitu seterusnya di pelajari
didalami, dan makin berevolusi menjadi popok sekali pakai yang kita kenal
sekarang ini untuk merk pempers itu udah mulai ada sekitar tahun 1956 si
pembuat bernama Victors Mills. Kalau untuk Indonesia sendiri popok sekali pakai
mulai muncul pada tahun 1980
Kapan pertama kali
seorang ibu merasa anaknya perlu mengenakan POPOK?
Jadi, ini ngomongin masalah waktu dong. Sudah barang
tentu ketentuan ini tidak berlaku sama bagi bunda yang satu dengan yang lain.
Bunda dirumah, papa bekerja, pasti sifatnya lebih hemat dan kreatif, kebanyakan
dari bunda seperti ini lebih memilih untuk capek sedikit asal bisa nabung sisa
belanja buat beli lipstick, kwkwkwkw, because capeknya bisa diganti bobok siang
bareng dedek, waaaaah menang banyak karena memilih untuk berkreasi membuat
popok kain sendiri. Untuk bunda bekerja, papa bekerja , wow duitnya banyak Alhamdulillah
dan gak lupa sedekah, tentunya bunda tipe ini lebih memilih segala sesuatunya
praktis, bukan Cuma indomie yang jadi andalan sarapan, tapi popok sekali pakai
menjadi belanja bulanan yang kudu dan wajib. Terus kapan tuh, kita harus siap
siap beli banyak popok . kalau menurut mimin sih, dari penganten baru
hahahahaha tapi bo’ong. Jadi bunda, ketika bunda selesai melahirkan, pasti
bunda ngadain syukuran 40 hari (ini aku anggap muslim semua loh ya yang baca)
dapat kado buanyak, persenan banyak, nah jatah persenan si adek buat beli popok.
Nanti kalau adek udah mulai nglangsur, apalagi merangkak langsung start
pakaikan itu popoknya. Karena di masa itu aktifnya luar biasa. Bisa berpindah
dari ruang tamu ke dapur dalam hitungan detik. Kalau gak dipakaikan popok,
pipisnya bisa kemana mana, terus nambahain kerjaan kita dan tingkat ke sucian
lantai kita bagaimana?, sholat bagaimana?, waduuuh harus dijaga sucinya sholat
kita yang bunda.
POPOK apa yang dipakai?
Kalau mimin ini sifatnya natural, dan pengennya praktis
juga. Kalau bunda yang lagi baca gimana?, samain aja lah ya seperti saya…..hahahaha. Ehm, Natural dan Praktis, sebagai bunda yang
sudah 9 bulan mengandung buah hati tercinta , menjaganya penuh kasih sayang bahkan
di ajak Sholat tajahud tiap malam, sambil menghafal Al Qur’an, subhanallaah
tiada daya dan upaya melainkan pertolongan Allaah subhanahuwata’ala. Kalau udah
begini gak tega rasanya memberikan produk yang berbahan kimia, seperti popok
sekali pakai (Diposable diaper). Maka dari itu aku memilih popok kain yang
sudah jadi. Simple, alami, Praktis dan Hemat. Kira kira benda apa ini?, udah
pernah pakai?, beli dimana? Untuk menjawab pertanyaan itu bunda bisa langsung
buka facebooknya @setyaclodi atau instagramnya @setyaclodi gak beli juga gak
papa ramein aja sosmednya wkwkwkw, komen apa kek, tanya apa kek, boleh boleh.
Sudah belajar tentang sejarah popok, sudah menentukan
kapan baiknya pakai popok, sudah tahu jenis popok apa yang cocok untuk buah
hati. Sekarang saya izin undur diri, anak udah mulai bangun, dan saya juga lagi
nyuci baju kayanya udah ada panggilan suruh njemur. Ya udah segini dulu dari
saya, besok- besok kalau mood bagus dan gak capek kita ngobrol lagi ya tentang
perpopokan yang semakin hot untuk di bicarakan sebab ada kaitanya dengan masa
depan anak cucu kita.akhir kata mohon maaf lahir dan bathin, wassalamu’alaikum
warohmatullohi wabarokatuhu.

Komentar
Posting Komentar